Selamat Hari Pendidikan Nasional – 2022

Bogor (26/4) Pada hari ini 60 tahun yang lalu tanggal 26 April 1959 Bapak Raden Mas Soewardi Soerjaningrat atau yang lebih dikenal dengan Bapak Ki Hajar Dewantara yang merupakan Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, meninggal dunia di Ygyakarta dalam usia 69 tahun dan dimakamkan di Taman Wijaya Brata. Indonesia kehilangan sosok pelopor pendidikan nasional yang sangat sederhana yang mampu menghadirkan pendidikan bagi kaum pribumi. Ki Hajar Dewantara melahirkan sistem pendidikan nasional bagi kaum pribumi dengan nama Taman Siswa.

Perguruan Taman Siswa berdiri pada tanggal 3 Juli tahun 1922 di Yogyakarta. Taman Siswa ini mengajarkan kepada pribumi tentang pendidikan untuk semua yang merupakan realisasi gagasan dia bersama-sama dengan temannya di Yogyajarta. Sekarang Taman Siswa mempunyai 129 sekolah cabang di berbagai kota di seluruh Indonesia.

Ki Hajar Dewantara merupakan Mentri Pengajaran pertama Kabinet Presiden Soekarno yang kemudian menjadi Kementrian Pendidikan dan Pengajaran dan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan. Ki Hajar Dewaqntara juga merupakan Pahlawan Nasional yang ke-2 yang ditetapkan Presiden pada  tanggal 28 November 1959 berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 305 Tahun 1959, tanggal 28 November 1959.

Semoga dengan lebih mengenal sosok Ki Hajar Dewantara, kita bisa menjadi penggerak pendidikan bagi semua di Indonesia.

Sumber : https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/muspres/ki-hajar-dewantara/

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H / 2022 M

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H / 2022 M

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Seiring berakhirnya bulan Ramadhan, dan datangnya bulan Syawal, perkenankan kami sekeluarga menghaturkan :

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1443 H

TAQABBALALLAHU MINNAA WAMINKUM
TAQABBAL YAA KARIM.
Barakallahu fiikum

MOHON MAAF LAHIR & BATIN, semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah Ramadhan kita, dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba NYA yang bertaqwa serta memberikan kita semua usia yang barokah sehingga bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan.
Aamiin…🤲🤲

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Peluang kerja untuk Teknik Pemesinan

TP (Teknik Pemesinan) suatu bidang keilmuan yang mempelajari teknik pembuatan barang dengan alat bantu mesin. Tidak jarang lulusan dari TP mudah mendapatkan kerja setelah lulus, nah peluang untuk jurusan ini dapat anda pilih sesuai keinginan anda dalam bekerja.

  1. Tenaga pengajar

Kalian bisa menjadi tenaga pengajar di instansi yang memiliki jurusan pemesinan dengan cara kalian kuliah terlebih dahulu untuk mendapatkan gelar sebagai syarat menjadi tuthor.

  • Pertambangan

Sebagai perusahaan yang berhubungan dengan alat berat dan mesin, pekerjaan ini cocok untuk kalian yang ingin bekerja di pertambangan.

  • Pengusaha

Jika dirasa tidak mau ikut kerja dengan orang lain kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan, dan bekerjasama dengan perusahan lain.

  • Industri

Di dalam industry baik migas dan non migas tenaga dari jurusan teknik pemesinan sangat dibutuhkan dalam bidang ini, dan kalau sudah menyangkut teknik yang mengarah pada industry tentu gajinya besar

  • Di bidang Energy

Sebuah instansi atau perusahaan milik Negara seperti PLN, PLTU dan lainnya tentu akan sangat membutuhkan keahlian di bidang ini, baik sebagai mekanik maupun operator.

  • Designer Mekanik

Dengan berbekal CAD alumnus teknik pemesinan akan mumpuni dalam hal dresain mekanika maupun perkakas yang lainnya. Desainer biasanya gaji yang didapat lumayan tinggi dan diatas umk.

  • Peneliti

Jika sudah menguasai seluruh materi dan merasa cukup dengan finansial yang didapat, sebagai peneliti juga bisa dijadikan profesi yang menguntungkan, serta menambah wawasan pada bidangnya.

Layanan EWS Jadi Salah Satu Keunggulan Siaran TV Digital

Bengkulu, Kominfo – Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi Politik, Philip Gobang menyatakan, siaran televisi digital memiliki keunggulan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS)  kebencanaan.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Komunikasi Politik, Philip Gobang dalam Dialog Interaktif di RRI Bengkulu, Kamis (10/3/2022). – (AYH)

“Saat ada bencana, maka para pengguna TV digital melalui alat STB (Set Top Box) bisa mengetahui informasi kebencanaan melalui layar siaran televisi digital atau EWS. Hal itu tidak terdapat pada televisi analog,” ujarnya dalam Dialog Interaktif Lintas Bengkulu Pagi Pro 1 RRI Bengkulu di Kota Bengkulu, Kamis (10/3/2022).

Stafsus Philip Gobang merekomendasikan STB yang sudah teregistrasi di Kementerian Kominfo sebagai alternatif bagi masyarakat yang hendak membeli secara mandiri.

“Kita mesti teliti untuk melihat STB yang sudah teregistrasi. Kenapa? Karena perangkat yang sudah teregistrasi sudah memiliki sistem di mana dia sudah terpasang informasi untuk kebencanaan  atau EWS,” jelasnya.

Selain EWS, Stafsus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Politik menyatakan ada beragam keunggulan dan manfaat dari TV digital bagi masyarakat.

“Itu membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat siaran-siaran tersebut yang ditawarkan oleh berbagai lembaga penyiaran swasta tentunya termasuk lembaga penyiaran publik TVRI,” tuturnya.

Philip Gobang mengakui sebagian masyarakat ada yang bisa membedakan televisi analog dan televisi digital. Oleh karena itu, Stafsus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Politik menjelaskan cara untuk melihat perbedaan TV analog dan digital diketahui dari model.

“Yang paling gampang kalau kita membedakannya, itu pada model TV. Kalau TV analog dari model layarnya cembung. Ada juga perangkat televisi yang sudah datar tapi dia masih analog. Itu bisa dilihat di keterangannya. Tapi dengan STB,  TV tabung pun bisa mengakses siaran digital,” jelasnya.

Stafsus Philip Gobang menyatakan proses instalasi STB ke TV analog sangat mudah. Setiap orang bisa melakukan sesuai dengan petunjuk yang terdapat dalam kemasan perangkat.

“Kalau diinstalasi hanya satu atau dua menit dipasang sesuai dengan petunjuknya sudah bisa langsung terhubung. Perangkat tersebut saat ini sudah bisa dibeli oleh masyarakat pada umumnya di berbagai toko elektronik atau toko online,” ungkapnya.

Stafsus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Politik menegaskan siaran televisi digital tidak memakan banyak biaya dan tidak membutuhkan kuota internet.

“Siaran digital ini bukan TV berbayar. Jadi tidak perlu membayar iuran bulanan. Bahkan juga tidak perlu pulsa dat. Hanya cukup dengan alat STB yang kita bisa gunakan untuk mengubah sinyal analog menjadi digital,” tandasnya.

Philip Gobang menjelaskan pemerintah telah berinisiatif menyediakan STB bagi masyarakat kurang mampu yang telah memiliki TV analog.

“Itu ada bantuan dari pemerintah khususnya kepada mereka yang terdaftar. Data-datanya sudah masuk ke Kementerian Kominfo sesuai dengan persyaratan yang dikeluarkan oleh Kementerian Sosial. Setelah divalidasi, bantuan diberikan kepada keluarga-keluarga yang punya TV analog di rumah,” jelasnya.

Pemerintah telah mempercepat proses migrasi televisi digital setelah pengesahan Undang-Undang No. 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Menurut Stafsus Menteri Kominfo Bidang Komunikasi Politik langkah tersebut sesuai dengan tuntutan perubahan zaman. Oleh karena itu, Philip Gobang mengajak masyarakat dan multipihak untuk mendukung langkah pemerintah dalam proses migrasi televisi analog ke digital.

“Kenapa kita harus pindah? Kita mesti mengikuti perubahan global. Tetapi ini juga memberikan banyak manfaat dengan perpindahan atau pengalihan migrasi ini. Dengan beralihnya ke digital, maka ada penghematan besar di ruang frekuensi yang digunakan oleh TV analog selama ini,” ungkapnya.

Acara yang dipandu Reja Aribowo tersebut juga menghadirkan Ketua KPID Provinsi Bengkulu, Fonika Toyib sebagai narasumber.

Sumber : https://www.kominfo.go.id/content/detail/40473/layanan-ews-jadi-salah-satu-keunggulan-siaran-tv-digital/0/berita_satker

Scroll to Top