Mengapa Pendidikan Anak Usia Dini Sangat Penting dan Berdampak Besar pada Masa Depan Anak?






Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini- Pendidikan anak usia dini atau yang lebih dikenal dengan istilah PAUD adalah proses penting pembelajaran awal pada anak di usia dini mereka. Pendidikan anak saat masih memasuki PAUD sebagai awal pembelajaran serta pengenalan anak untuk mengerti  dan memahami lingkungan sekitarnya. Pendidikan di jenjang ini juga merupakan cikal bakal yang akan membentuk watak serta karakter seorang anak.
 
 
Di sini mereka diajari tentang bersosialisasi, memupuk keberanian, rasa percaya diri dan juga sebagai langkah awal menggali potensi atau bakat alami yang dimilikinya. Jadi bisa dibilang, pendidikan anak usia dini sangat penting dalam tumbuh kembang serta masa depannya kelak.
 
Kenapa Pendidikan Anak Usia Dini Penting Bagi Perkembangan Anak?
 Dari hasil penelitian, sekitar 50% kecerdasan orang yang telah dewasa ,mulai terlihat saat anak tersebut berusia 4 tahun. Dan kemudian dilanjutkan hingga 80% ketika sang anak berumur 8 tahun.
 
 
Pada saat itu terjadi perkembangan pesat pada jaringan otaknya. Dan yang terakhir yaitu di usia 18 tahun, yang mana pada saat tersebut, semua kecerdasan ataupun potensi dalam dirinya mengalami masa-masa puncaknya.
 
 Setelah umur tersebut, walaupun di upayakan dengan segala  perbaikan nutrisi sekalipun, akan sengat kecil pengaruhnya , bisa merubah atau berpengaruh pada perkembangan kognitifnya.
 
 Jika ditilik dari situ, tentunya kita sudah punya gambaran bahwa perkembangan yang terjadi di 4 tahun pertama sang anak sangat menentukan terhadap perkembangannya kelak saat dewasa.
 
 Terutama perkembangan di intelektualnya. Jadi di usia dini atau saat umur 4 tahun tersebut merupakan kesempatan emas, yang cuma sekali dalam hidupnya, yang tentunya sangat sayang bila tidak benar-benar dikembangkan atau diarahkan seoptimal mungkin.
 
 
Selain tentang masa depannya saat dewasa kelak, pendidikan anak saat usia dini, juga  memberikan sisi positif sehubungan dengan persiapan anak dalam menghadapi masa depan terdekatnya, yaitu memasuki masa sekolah.
 
Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini
 Tujuan utamanya PAUD adalah membentuk seorang anak berkualitas, yaitu anak yang bisa tumbuh serta berkembang sesuai tingkat perkembangannya, sehingga diharapkan bisa memiliki kesiapan yang lebih optimal dalam memasuki pendidikan yang sebenarnya, yaitu sekolah dasar.
 
 Selain itu, seperti yang telah dibahas di atas, pendidikan PAUD ini juga sangat berpengaruh terhadap kehidupan saat dewasanya kelak.
Pada lembaga PAUD atau pendidikan anak usia dini yang berkualitas bagus, anak-anak bisa belajar menjadi pribadi mandiri, kuat dalam bersosialisasi, mempunyai  rasa percaya diri, rasa keingin tahuan yang besar, mempunyai ide dan berusaha mengembangkannya.
 
 Selain itu, beberapa kemajuan lain yang merupakan dampak dari pendidikan PAUD adalah kemampuan dalam beradaptasi.
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Manfaat Komputer dalam Dunia Pendidikan

Manfaat Komputer dalam Pendidikan_Di era globalisasi ini, peran teknologi menjadi cukup vital dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dari sekian banyak bidang yang mendapatkan keuntungan dari majunya teknologi, dunia pendidikan merupakan salah satu bidang yang paling diuntungkan. Munculnya alat-alat canggih seperti komputer/PC/laptop, tentu saja dapat memberikan dampak positif dalam dunia Pendidikan.

 Sayangnya, hingga kini tak sedikit yang masih menutup mata mengenai perkembangan teknologi dan menganggap teknologi sebagai penghambat pembelajaran. Padahal, apabila digunakan dengan cara dan porsi yang tepat, teknologi komputer ini malah bisa sangat bermanfaat dalam proses belajar mengajar siswa agar lebih efektif dan efisien.

Beberapa manfaat komputer dalam dunia pendidikan

1. Lebih mudah dan luas dalam mencari informasi

 Salah satu prinsip dari pendidikan adalah memperoleh pelajaran (informasi) baru. Dengan adanya teknologi komputer, Anda dapat memperoleh segala informasi secara bebas dan luas melalui internet. Belum lagi adanya beberapa situs yang menyediakan kolom tanya-jawab yang diisi langsung oleh seorang yang benar-benar mahir di bidangnya.

2. Meminimalisir penggunaan buku cetak

 Buku adalah sarana pendidikan yang paling utama dalam berpuluh-puluh atau bahkan beratus-ratus tahun terakhir. Walaupun terbukti ampuh dalam kegiatan belajar mengajar, ternyata buku mempunyai kekurangan yaitu dibuat menggunakan batang pohon sehingga apabila diproduksi secara besar dapat merusak ekosistem. Kebijakan penggunaan kertas daur ulang juga dirasa belum maksimal karena harga yang cukup mahal.

 Dengan seiring berkembangnya teknologi komputer, saat ini sudah banyak para penerbit buku-buku pelajaran atau pengetahuan yang menerbitkan bukunya dalam bentuk digital. Selain lebih efisien, buku online atau yang biasa disebut ebook ini tentu saja sangat ramah lingkungan karena tidak membutuhkan batang pohon.

3. Adanya kelas online

 Apakah Anda pernah susah menemukan kelas di universitas yang cocok dengan jadwal Anda? Hal ini sudah bukan masalah lagi di era teknologi komputer ini. Dengan adanya internet dan komputer Anda dengan mudah dapat mengikuti suatu kelas dengan jam dan waktu yang dapat anda waktu sesuka anda.

4. Memberikan variasi baru dalam kegiatan belajar

 Salah satu kelemahan sistem pembelajaran lama adalah cara penyampaian materi yang dirasa membosankan untuk murid-murid yang hidup di zaman modern ini. Namun, hal ini bisa diatasi dengan semakin majunya perkembangan teknologi. Metode pembelajaran yang tadinya monoton dan hanya terbatas itu itu saja kini bisa lebih dikembangkan lagi.

 Sebut saja pembelajaran menggunakan gambar-gambar yang ditampilkan di depan kelas, belum lagi penggunaan video yang tentu bisa sangat membantu pemahaman dari siswa mengenai materi yang diajarkan.

5. Adanya aplikasi-aplikasi pendidikan

 Aplikasi atau software merupakan suatu yang tak bisa dipisahkan dari sebuah komputer (hardware). Dengan semakin majunya teknologi aplikasi-aplikasi yang dulunya hanya sekedar aplikasi pembantu seperti Microsoft Office dan games saja kini bisa dibuat sebagai alternatif baru dalam pendidikan. Lihat saja dari aplikasi-aplikasi edukasi yang banyak sekali tersebar di Internet.

 Selain itu saat ini juga banyak sekali lembaga bimbingan belajar (bimbel) yang sekarang menyediakan layanan online gratis maupun yang berbayar. Dengan adanya layanan ini, seperti layaknya kelas Online Anda dapat belajar bertatap muka dengan pengajar. Perbedaannya, di sini tidak secara online atau langsung dan hanya dalam bentuk video saja.

 Jika melihat fakta di atas, tampaknya tak mengherankan komputer menjadi alat wajib yang harus dimiliki para pendidik dan peserta didik, khususnya siswa tingkat SMP/SMA dan perguruan tinggi.

Tujuan Pendidikan di Indonesia dan Visi-Misinya




Tujuan Pendidikan di Indonesia dan Visi-Misinya- Apa tujuan pendidikan di Indonesia?, Tujuan pendidikan di negara kita adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa mencakup semua sumber daya manusianya, sehingga menjadi insan yang cerdas, terampil dan mempunyai nilai ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.  Selain itu juga, untuk memupuk rasa toleransi, cinta tanah air serta berbudi pekerti, sehat jasmani maupun rohani, berbhakti pada orang tua, bangsa dan negara.
 
 
Karena sangat pentingnya tujuan pendidikan tersebut hingga pemerintah menjadikan program pendidikan sebagai program nasional yang harus diikuti semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Dengan pendidikan atau dengan adanya sumberdaya manusia yang berpendidikan, maka diharapkan negara bisa cepat akan maju, berkembang, sehingga bisa bersaing dengan negara lain, terutama saat menghadapi pasar bebas yang sudah banyak didengung-dengungkan saat ini. Pada perdagangan bebas nanti, bangsa/negara  manapun bisa masuk ke negeri kita, dalam segala aspek, mulai dari  bisnis, perdagangan , dan lain-lain.
 
Dalam sistem pendidikan yang di anut negara kita, dalam hal ini adalah pendidikan formal yang kita dapat dari sekolah, sesuai dengan program pendidikan yang pemerintah canangkan adalah program pendidikan Nasional wajib 9 tahun, yang mana pendidikan di mulai saat dari kita beranjak di kelas 1 Sekolah Dasar ( SD ) sampai kelas 9 di Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ( SLTP ) dan/atau SMP. Dan akan sangat bagus bila melanjutkan ke tingkat berikutnya, yaitu Sekolah menengah atas, dan jenjang-jenjang berikutnya seperti S1, S2, dan S3. Semoga wajib belajar 9 tahun bisa segera tuntas sehingga bisa ke program wajib belajar 12 tahun dan seterusnya. Yang jelas kita wajib menuntut ilmu sepanjang hayat.
 
Visi Misi Pendidikan Nasional
 
 Pendidikan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah sebagai program nasional mempunyai visi, agar tercapai sistem pendidikan yang bagus dan kuat agar bisa memberdayakan sumber daya manusianya atau seluruh warga negara Indonesia menjadi manusia yang unggul, berkualitas sehingga diharapkan mampu menyikapi/menjawab semua tantangan zaman.
 
 
Sedangkan untuk misinya  adalah, mengupayakan pemerataan pendidikan yang mempunyai mutu tinggi kepada seluruh lapisan masyarakat baik yang di perkotaan hingga yang di pelosok sekalipun.
 
 Program pendidikan ini bertujuan mensukseskan pembentukan kepribadiann bangsa agar  lebih cerdas dan bermoral. Dalam mensukseskan program pendidikan ini belajar ini Departemen Pendidikan Nasional menggandeng pihak terkait, melakukan segala cara agar masyarak sadar akan pentingnya tujuan program pendidikan ini.
 
Program Pendidikan Dalam UUD Tahun 1945
 Pada undang-undang dasar negara kita,  jelas terdapat pasal yang mengatur mengenai tujuan serta program pemerintah dalam hal pendidikan. dalam hal ini adalah pasal 31, ayat 3. Dalam pasal ini menyebutkan, “Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.”  (Sumber: UUD 1945 pasal 31 ayat 3)
 
 Dan pasal lainnya, yaitu Pasal 31, ayat 5 menyebutkan, “Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia.” (Sumber: UUD 1945 pasal 31, ayat 5 )
 
 Demikian tentang Tujuan Pendidikan di Indonesia dan Visi-Misinya serta program-program pemerintah dalam mensukseskan pendidikan wajib paling minim 9 tahun. Semoga bermanfaat, terimakasih.
 
 

Tujuan Pendidikan Nasional






Tujuan Pendidikan Nasional- Sahabat Pembaca, di dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah menumbuhkembangkan pribadi-pribadi yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, memiliki pengetahuan dan keterampilan, memiliki kesehatan jasmani dan rohani, memiliki kepribadian yang mantap dan mandiri, serta memiliki rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
 
Arah/Tujuan Pendidikan Nasional
1. Upaya mengembangkan kehidupan siswa sebagai pribadi
•memperkuat dasar keimanan dan ketakwaan
•mengembangkan sikap dan kebiasaan hidup yang baik
•memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar
•memelihara kesehatan jasmani dan rohani
•meningkatkan kemampuan belajar
•membentuk kepribadian yang mantap dan mandiri
 
2.    Upaya mengembangkan kehidupan siswa sebagai warga Negara
mengembangkan kehidupan siswa sebagai anggota umat manusia
•meningkatkan harga diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat
•meningkatkan kesadaran tentang hak asasi manusia
•memberikan pengertian tentang pentingnya ketertiban dunia
•meningkatkan kesadaran akan pentingnya persahabatan antarbangsa
 
 
 
 
 

Pengertian Pendidikan Karakter Menurut Kemendiknas dan para Ahli




Apa pengertian pendidikan karakter menurut para ahli?
 
1. Pengertian pendidikan karakter menurut T. Ramli (2003)
 Menurut T. Ramli, pendidikan karakter memiliki esensi dan makna yang sama dengan pendidikan moral dan pendidikan akhlak.
 
2. Pengertian pendidikan karakter menurut Elkind (2004)
 Menurut Elkind, pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang dilakukan guru, yang mampu mempengaruhi karakter peserta didik.
3. Pengertian pendidikan karakter menurut Suyanto (2009)
 Menurut Suyanto, pendidikan karakter merupakan cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun  negara.
 
4. Pengertian pendidikan karakter menurut John W. Santrock
 Menurut John W. Santtrock, pendidikan karakter merupakan pendekatan langsung untuk pendidikan moral dengan memberi pelajaran kepada peserta didik tentang pengetahuan moral dasar untuk mencegah mereka melakukan perilaku tidak bermoral atau membahayakan bagi diri sendiri maupun orang lain.
 
5. Pengertian pendidikan karakter menurut Thomas Lickona
 Thomas Lickona mengemukakan bahwa pendidikan karakter merupakan suatu usaha yang dilakukan dengan sengaja untuk membantu seseorang sehingga ia dapat memahami, memperhatikan dan melakukan nilai-nilai etika yang pokok
 
6. Pengertian pendidikan karakter menurut Aunillah (2011)
 Menurut Aunillah, pendidikan karakter merupakan sebuah sistem yang menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik, yang mengandung komponen pengetahuan,kesadaran individu, tekad, serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilainilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan maupun bangsa sehingga terwujud insan kamil.
 
7. Pengertian pendidikan karakter menurut Samani dan Heriyanto (dalam Hendri, 2013:2)
 Pendidikan karakter adalah upaya sadar dan sungguh-sungguh dari seorang guru untuk mengajarkan nilai-nilai kepada para siswanya.
 
 
 
 

Pentingnya Pendidikan Keluarga bagi Anak





Bisa dibilang, keluarga merupakan proses pendidikan yang pertama bagi seseorang,  sebelum ada jalur pendidikan lain seperti sekolah. Keluarga bisa dibilang sebagai dasar pembentukan seseorang.
 
 Dari keluarga, seseorang bisa mempelajari begitu banyak hal mulai dari cara menyatakan pendapat, perasaan, berperilaku, bersikap, bagaimana cara berbicara hingga bagainana seseorang bisa menganut nilai-nilai tertentu sebagai prinsip hidupnya.
 
Perbedaan pendidikan di sekolah dan di keluarga
 
Keluarga bisa dibilang sebagai dasar pendidikan bagi tiap individu. Pendidikan yang terjadi di dalam keluarga, memang tidak seperti pendidikan yang harus dilalui secara formal di sekolah ataupun di lembaga-lembaga pendidikan yang lain.
 
 Pendidikan di keluarga tentu berbeda dengan pendidikan yang dilakukan di bangku sekolah. Jika di sekolah terdapat bangku, meja, papan tulis berikut dengan suasana yang lebih formal, maka di keluarga kita tidak akan menemukannya.
 
 Dalam menempuh pendidikan dalam keluarga, kita juga tidak akan menemukan yang namanya pendidik menggunakan seragam tertentu atau yang biasa kita sebut dengan guru. Hal ini dikarenakan, keluarga bukanlah suatu jalur pendidikan yang terorganisasi, namun hanya dilakukan secara spontanitas, pembiasaan serta intiusi. Di dalam keluarga, yang menjadi pendidik adalah orang tua.
 
 Berbeda dengan sekolah, maka bahan ajar yang digunakan untuk mendidik anak bukanlah bahan materi pengetahuan umum melainkan pelajaran mengenai kehidupan. Singkatnya, pendidikan keluarga adalah usaha yang dilakukan oleh orang tua untuk membiasakan anak-anaknya supaya dapat berkembang menjadi pribadi yang baik secara sifat dan cara bersikap.
 
Manfaat pendidikan keluarga bagi seorang anak
 Pendidikan keluarga, menjadi hal yang penting bagi perkembangan anak kedepannya. Pendidikan keluarga menjadi pendidikan yang penting, sama halnya dengan pendidikan sekolah secara formal. Pendidikan keluarga, menjadi hal yang penting karena setiap orang yang akan bersosialisasi dengan masyarakat akan memulainya dari keluarga.
 
 
 
Kemampuan sosialisasi yang dimiliki anak, tidaklah datang secara tiba-tiba melainkan dari proses belajar yang panjang melalui keluarga. Beberapa manfaat yang bisa didapat dari pendidikan keluarga antara adalah sebagai berikut.
 
1. Penguasaan diri
 Setiap anak dalam suatu keluarga, perlu dididik mengenai bagaimana cara mengontrol diri sendiri. Dalam hal ini, orang tua harus bisa menanamkan pada masing-masing anak, jika tiap individu dalam masyarakat memiliki kepribadian yang berbeda.
 
 Inilah kenapa, diperlukan pula cara bersosialisasi pada tiap orang untuk mendekati serta membangun hubungan dengan masing-masing dari mereka.
 
 
Dalam menangani individu yang berbeda pada masyarakat, diperlukan adanya self controlled atau penguasaan diri. Seorang anak harus diajarkan bagaimana cara menguasasi diri saat bersosialisasi dengan orang lain. Penguasaan diri untuk anak, bisa dilakukan dengan cara membersihkan diri baik secara emosional maupun fisiknya.
 
2. Nilai-nilai bermasyarakat
 Orang tua diharapkan mampu menajarkan nilai-nilai pada anak seperti meminjamkan mainan pada teman mereka. Nilai yang terkandung dalam hal ini adalah untuk tidak bersikap pelit atau kikir pada temannya.
 
3. Peran sosial
 Dalam mengajarkan peran sosial, seorang anak akan diajarkan mengenai peran serta tanggung jawab para anggota keluarga seperti ayah, ibu, kakak, adik, dan dirinya sendiri.
 

Pendidikan Budi Pekerti Upaya Mendidik Manusia Seutuhnya




A. Pengertian Pendidikan
 Perlu diketahui, pendidikan bisa diartikan sebagai suatu usaha untuk mewujudkan program  belajar atau pembelajaran yang baik, dengan tujuan agar anak didik bisa memaksimalkan  potensi diri, mempunyai kepandaian/kecerdasan, serta bisa memiliki kepribadian yang positif atau berakhlak mulia.
 
 Dan jika ditilik berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah pendidikan berasal dari kata “didik” kemudian mendapatkan imbuhan “pe” dan akhiran “an” dimana kata tersebut memiliki arti, cara untuk mendidik.
 
 Kesimpulannya, pendidikan bisa membentuk sikap/perilaku peserta didik menjadi lebih dewasa, bertanggungjawab, mempunyai budi pekerti, serta memiliki kemampuan akademis yang mumpuni, untuk dijadikan bekal bagi masa depannya.
B. Tujuan Pendidikan
 Pendidikan bertujuan untuk menciptakan individu yang berkualitas dan memiliki karakter positif sehingga mempunyai pandangan luas ke depan untuk meraih cita-citanya dan mampu menyesuaikan diri dengan berbagai lingkungan. Apabila tujuan pendidikan dapat tercapai, maka akan menghasilkan manusia seutuhnya yang berkarakter positif.
 
C. Pengertian Pendidikan Budi Pekerti
 Pendidikan budi pekerti merupakan suatu konsep pendidikan yang berkaitan dengan perilaku positif melalui kebiasaan. Artinya setiap individu diajarkan perilaku yang baik dari hal-hal sederhana, sehingga akan menjadi kebiasaan dalam perilakunya sehari-hari.
 
 
 Apabila perilaku tersebut menjadi kebiasaan, maka setiap individu dengan sendirinya akan melakukan hal-hal tersebut tanpa perlu diperintah lagi. Misalnya: cara berbicara, cara berpakaian, cara makan dan minum, cara menghormati orang yang lebih tua, dan sebagainya yang sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Hal-hal demikian perlu ditanamkan sejak dini, agar menjadi kebiasaan yang positif.

 Penanaman pendidikan budi pekerti akan menjadi kebiasaan melalui pelatihan-pelatihan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan budi pekerti tersebut menyangkut tiga konsep utama yakni: karakter, budi pekerti, serta perilaku.
 
D. Maksud Pendidikan Budi Pekerti
 Pendidikan budi pekerti itu sendiri, dimaksudkan untuk memberikan pendidikan yang dihubungkan dengan tingkatan perkembangan anak hingga dewasa. Dalam hal ini, peserta didik diharapkan mampu menyadari, melakukan, dan merasakan hal-hal yang dapat membawa pengaruh positif.
E. Konsep Pendidikan Budi Pekerti
Konsep pendidikan budi pekerti dicetuskan oleh Ki Hajar Dewantara yang mengemukakan bahwa pendidikan merupakan upaya memajukan budi pekerti (kekuatan batin serta karakter), pikiran (intelektual), dan tubuh (fisik) anak.
 
 Ki Hajar Dewantara memandang bahwa pendidikan merupakan konsep yang berkesinambungan antar berbagai elemen. Proses pendidikan akan berkaitan dengan nilai, norma, keterampilan, dan keahlian dari setiap individu.

Pengaruh Teknologi Internet Terhadap Prestasi Belajar Siswa








Pengaruh Teknologi Internet terhadap Prestasi Belajar Siswa
 
A. Pengaruh positif teknologi internet
 Manfaat metode sistem IT akan mendukung keberhasilan pembelajaran siswa. Sehingga siswa dapat meraih prestasi belajar yang optimal. Dalam hal ini, kelebihan-kelebihan teknologi internet diantaranya:
 
 
1. Memberikan pemahaman materi pembelajaran
Akses internet yang mudah sangat membantu anda dalam mencari bahan materi pembelajaran. Walau saat ini banyak buku-buku yang menyajikan materi-materi pembelajaran, namun internet menjadi salah satu pilihan pencari materi selain buku.
 
 Apa yang siswa cari bisa langsung muncul sesuai keinginannya. Sehingga lebih efisien waktu dan siswa dapat dengan mudah memahami materi tersebut. Yang mana saat ini kebanyakan siswa malas untuk membaca buku, mencari bahan materi pembelajaran di internet bisa menjadi alternatif.
 
 
Media yang diberikan juga sangat beragam, sehingga siswa tidak


mudah jenuh seperti pembelajaran dalam bentuk video. Siswa juga bisa mendapatkan pemahaman lebih ketimbang saat di kelas bersama teman-temannya.
 
2.        Dapat menjelaskan materi pembelajaran atau objek yang abstrak
 
Media yang tersedia saat pembelajaran di kelas tentu terbatas pada masing-masing sekolah itu sendiri. Teknologi internet ini mempermudah penyampaian materi sehingga siswanya dapat paham apa yang dijelaskan gurunya.
Contohnya saat pembelajaran mata pelajaran Sains bab peredaran darah dan organ-organ tubuh manusia, tentunya siswa dapat melihat proses peredaran darah itu seperti apa dan organ-oragn manusia itu bentuknya bagaimana.
 
3. Membantu pengajar mempermudah penjelasan materi
 Guru-guru pengajar akan lebih mudah memberikan penjelasan materi yang sulit dan rumit menjadi lebih mudah dan sederhana. Materi yang disampaikan dengan penjelasan yang mudah pasti akan dipahami siswa dengan baik, sehingga materi tersebut akan mudah diingat dan dapat diungkapkan kembali.
 
 Proses pembelajaran akan terlihat menarik karena tidak melulu menggunakan media buku seperti biasanya. Hal itu juga akan memunculkan perhatian, minat, motivasi dan kreativitas siswa.
 
4. Materi pembelajaran yang sudah dipelajari dapat diulang kembali
 Materi-materi yang telah dipelajari siswa dapat disimpan dan diputar ulang saat siswa perlu belajar materi itu kembali. Misalnya menggunakan rekaman video, tape recorder, atau televisi.
5. Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif
 Saat siswa belajar dengan media internet, mereka akan lebih antusias. Sehingga proses belajar bisa berjalan lancar dan siswa pun dapat dengan mudah menerima materi yang diberikan.
 


 

Manfaat Website bagi Dunia Pendidikan








Manfaat Website/Blog di Dunia Pendidikan- Pada artikel kali ini kita akan membahas mengenai manfaat dari website pendidikan. Di sini akan kita dalami mengenai apa saja yang melandasi atau mendasari pembuatan blog/website (website pendidikan) tersebut. Di zaman modern yang serba instan ini kita dituntut untuk selalu bisa melakukan hal dengan praktis cepat dan efisien. Dan salah satu hal yang bisa mendukung gaya hidup tersebut adalah, dengan memanfaatkan sarana atau media internet. Internet merupakan sebuah fenomena maya yang dampaknya sangat terasa dalam kehidupan nyata. Dengan internet kita bisa melakukan banyak hal tanpa terhalang ruang dan waktu.
Pesatnya pertumbuahan pengguna internet, khususnya di Indonesia, membuktikan bahwa teknologi merupakan solusi untuk kita, agar seribu langkah lebih maju. Sekarang ini bukanlah hal yang istimewa bila kita melihat suatu perusahaan mempunyai website dan mempromosikan perusahaanya di website tersebut. Bukan hanya

perusahaan besar, bahkan untuk jasa tukang ojek pun bisa kita dapatkan di internet.
 
 Tak ketinggalan pula instansi-instansi pemerintah. Berbagai lembaga berplat merah ini berada di barisan terdepan dalam memanfaatkan website untuk menginformasikan berbagai kegiatan-kegiatannya . Mulai dari lembaga pendidikan, lembaga kesehatan, sosial, dan lainnya. Untuk kelas propinsi maupun suatu lembaga di tingkat bawahnya
Sebenarnya apa sih alasanya, atau apa sih keuntungan yang mendasari pembuatan website itu, untuk suatu perusahaan atau lembaga pemerintahan (lembaga pendidikan)?
 
 Sebenarnya banyak sekali manfaat yang didapat. Dan beberapa di antaranya adalah seperti di bawah ini.
 
1. Memperluas Jangkauan Informasi.
 Seperti kita ketahui, bangsa kita adalah bangsa yang besar yang terdiri dari barbagai macam suku dan beribu pulau didalamnya. Dan setiap lembaga negara, dalam hal ini lembaga pendidikan pasti ingin bisa menjangkau seluruh warga negaranya, agar mereka bisa mudah mengakses informasi yang dibutuhkan(yang berkaitan dengan bidang pendidikan)
 
 
 
2. Bisa Berpromosi Lebih Maksimal.
 Ada kalanya lembaga pendidikan, misalnya suatu sekolah, perguruan tinggi maupun lembaga-lembaga pendidikan swasta membutuhkan suatu sarana promosi yang bagus, murah dan efektif yang bisa menjangkau area yang luas. Dan salah satu solusi tepat, menjawab kebutuhan tersebut adalah dengan membuat suatu website pendidikan. Dengan website tersebut suatu sekolah, atau lembaga pendidikan bisa menampilakan profil lembaga tersebut beserta program-program unggulan yang dimilikinya. Di dalam internet, website mengiklankan program yang dimiliki, 24 jam nonstop. Dengan modal sangat murah, hanya beberapa ratus ribu rupiah untuk biaya

hosting dan domainnya. Jadi tentunya sangat sayang bila tak memanfaat media online ini.
 
3. Meningkatkan Reputasi
 Tak dapat dipungkiri, jika persaingan terjadi dalam hal apapun. Bukan hanya terjadi pada para pedangang maupun pebisnis saja. Tetapi antar lembaga pun juga demikian. Dengan mempunyai sebuah website, minimal bisa meningkatkan reputasinya di mata masyarakat.
 
 Baca juga Cara Membuat Blog/Website Gratis
 
 Demikian tentang Manfaat Website Pendidikan. Semoga bermanfaat

Pendidikan dan Nilai Sosial Budaya

menjelaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu: menuntun segala KHD kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama”
KHD menjelaskan bahwa dasar Pendidikan anak berhubungan dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan dengan “sifat” dan “bentuk” lingkungan di mana anak berada, sedangkan kodrat zaman berkaitan dengan “isi” dan “irama”. KHD mengelaborasi Pendidikan terkait kodrat alam dan kodrat zaman sebagai berikut
“Dalam melakukan pembaharuan yang terpadu, hendaknya selalu diingat bahwa segala kepentingan anak-anak didik, baik mengenai hidup diri pribadinya maupun hidup kemasyarakatannya, jangan sampai meninggalkan segala kepentingan yang berhubungan dengan kodrat keadaan, baik pada alam maupun zaman. Sementara itu, segala bentuk, isi dan wirama (yakni cara mewujudkannya) hidup dan penghidupannya seperti demikian, hendaknya selalu disesuaikan dengan dasar-dasar dan asas-asas hidup kebangsaan yang bernilai dan tidak bertentangan dengan sifat-sifat kemanusiaan” (Ki Hadjar Dewantara, 2009, hal. 21)
KHD hendak mengingatkan pendidik bahwa pendidikan anak sejatinya menuntut anak mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan alam dan zaman. Bila melihat dari kodrat zaman, pendidikan saat ini menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki Keterampilan Abad 21 sedangkan dalam memaknai kodrat alam maka konteks lokal sosial budaya peserta didik di Indonesia Barat tentu memiliki karakteristik yang berbeda dengan peserta didik di Indonesia Tengah atau Indonesia Timur.
Scroll to Top