Ketahui 4 Jenis Kejahatan Social Engineering yang Marak Saat Ini

Ilustrasi Social Engineering. shutterstock.com
Ilustrasi kejahatan social engineering. shutterstock.com


Pendahuluan

Kejahatan social engineering merupakan salah satu bentuk penipuan yang memanfaatkan kelengahan manusia, bukan celah teknis pada sistem komputer. Dalam praktiknya, pelaku melakukan manipulasi psikologis agar korban dengan sukarela memberikan informasi penting seperti kata sandi, kode OTP, maupun data pribadi. Oleh karena itu, pemahaman mengenai jenis-jenis penipuan digital menjadi hal yang sangat penting di era modern.

Selain itu, perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan media digital membuat aksi penipuan semakin mudah dilakukan. Akibatnya, banyak korban baru menyadari telah tertipu setelah mengalami kerugian, baik secara finansial maupun data pribadi.

1. Phishing

Phishing merupakan metode penipuan yang dilakukan dengan cara mengelabui korban melalui pesan palsu, seperti email, SMS, atau pesan instan. Biasanya, pelaku menyamar sebagai pihak resmi, misalnya bank atau perusahaan ternama, untuk mendapatkan kepercayaan korban.

Sebagai contoh, korban diminta mengklik tautan tertentu dan mengisi data pribadi. Padahal, tautan tersebut mengarah ke situs palsu yang dibuat khusus untuk mencuri informasi.

2. Vishing (Voice Phishing)

Berbeda dengan phishing, vishing dilakukan melalui panggilan telepon. Pelaku berpura-pura menjadi petugas bank, customer service, atau aparat tertentu. Tujuan utamanya adalah membuat korban panik sehingga tanpa sadar memberikan informasi sensitif.

Oleh sebab itu, masyarakat perlu berhati-hati dan tidak mudah percaya pada panggilan telepon yang meminta data pribadi.

3. Smishing (SMS Phishing)

Smishing adalah bentuk penipuan yang dilakukan melalui pesan SMS. Umumnya, pesan berisi informasi hadiah, peringatan akun diblokir, atau permintaan verifikasi data.

Selanjutnya, korban diarahkan untuk mengklik tautan tertentu. Jika instruksi tersebut diikuti, data pribadi dapat dicuri dengan mudah. Hingga saat ini, jenis kejahatan social engineering ini masih sering terjadi karena banyak orang menganggap SMS sebagai media yang aman.

4. Pretexting

Pretexting merupakan teknik manipulasi psikologis di mana pelaku menciptakan cerita atau skenario palsu untuk mendapatkan kepercayaan korban. Misalnya, pelaku berpura-pura sebagai rekan kerja atau petugas IT.

Dengan alasan yang terlihat masuk akal, korban akhirnya memberikan informasi penting tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Oleh karena itu, kewaspadaan dan pengecekan identitas sangat diperlukan.

Cara Menghindari Kejahatan Social Engineering

Agar terhindar dari kejahatan social engineering, ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan. Pertama, jangan mudah percaya pada pesan atau panggilan yang meminta data pribadi. Kedua, selalu periksa keaslian sumber informasi sebelum bertindak.

Selain itu, hindari mengklik tautan mencurigakan dan gunakan autentikasi dua faktor untuk keamanan tambahan. Terakhir, tingkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan digital dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: https://tkj.smkdarmasiswasidoarjo.sch.id/2026/01/23/komponen-pc-kerja-penjelasan-dan-fungsi-lengkap/

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa kejahatan social engineering merupakan ancaman serius karena menargetkan kelemahan manusia. Dengan memahami empat jenis penipuan yang marak saat ini, masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan tidak mudah tertipu. Oleh sebab itu, edukasi dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan data pribadi.

Wikipedia Social Engineering: https://id.wikipedia.org/wiki/Rekayasa_sosial

Posted By Ahmad ZIdan Afif