Rencana Pengganti Linus Torvalds Disiapkan Setelah 34 Tahun

Rencana Pengganti Linus Torvalds Mulai Disiapkan Komunitas Linux

Rencana pengganti Linus Torvalds akhirnya resmi disusun oleh komunitas Linux setelah lebih dari 34 tahun ia memimpin pengembangan kernel Linux. Linus Torvalds, yang menciptakan kernel Linux pada tahun 1991, hingga kini masih menjabat sebagai pemelihara utama proyek open-source terbesar di dunia tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, Torvalds sendiri mengakui bahwa komunitas kernel Linux kini mulai “menjadi tua dan beruban”.

Linus Torvalds

Menariknya, meskipun Linux telah digunakan secara luas di server, perangkat jaringan, hingga sistem pendidikan teknologi informasi, baru beberapa hari lalu komunitas kernel Linux menetapkan rencana darurat formal jika suatu saat Torvalds memutuskan pensiun atau tidak lagi dapat menjalankan perannya.


Mekanisme Rencana Pengganti Linus Torvalds

Rencana pengganti Linus Torvalds ini dirancang sederhana, tetapi sistematis. Namun demikian, mekanisme ini hanya akan diaktifkan jika tidak terjadi transisi kepemimpinan secara mulus.

Langkah pertama adalah menunjuk seorang Organizer, yang berasal dari:

  • Penyelenggara terakhir Maintainers Summit, atau
  • Ketua Linux Foundation Technical Advisory Board (TAB)

Setelah itu, Organizer memiliki waktu 72 jam untuk memulai diskusi dengan para maintainer yang diundang pada Maintainers Summit terakhir. Jika sudah lebih dari 15 bulan sejak pertemuan terakhir, maka TAB berwenang menentukan daftar undangan baru. Selanjutnya, kelompok ini diberi waktu dua minggu untuk mencapai keputusan dan mengumumkannya secara terbuka melalui mailing list komunitas.


Faktor Usia dan Regenerasi Komunitas Linux

Meskipun rencana pengganti Linus Torvalds baru disusun sekarang, Torvalds sendiri menilai bahwa komunitas Linux sebenarnya cukup matang. Bahkan, ia menegaskan bahwa masih banyak talenta baru yang berkembang menjadi pengembang utama hanya dalam waktu sekitar tiga tahun.

Namun demikian, Torvalds juga pernah menyinggung kekhawatiran terkait jumlah maintainer kernel di awal dekade ini. Oleh karena itu, rencana ini dipandang sebagai langkah antisipatif, bukan tanda krisis.

Baca juga: Profil Jurusan TKJ


Konsep Bus Factor dalam Proyek Open-Source

Situasi ini menggambarkan konsep penting dalam manajemen proyek perangkat lunak, yaitu bus factor. Istilah ini merujuk pada jumlah orang kunci yang jika “hilang” dapat membuat proyek bermasalah. Saat ini, bus factor kernel Linux secara teknis masih berada di angka nol, karena kepemimpinan sangat terpusat.

Oleh karena itu, peningkatan bus factor melalui rencana pengganti Linus Torvalds dinilai sebagai langkah positif. Meskipun komunitas Linux dikenal mampu mengelola diri dengan baik, struktur formal tetap diperlukan demi keberlanjutan jangka panjang.


Dampak bagi Dunia Pendidikan dan Teknologi

Bagi dunia pendidikan teknologi informasi, termasuk jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan pengembang open-source pemula, langkah ini menunjukkan bahwa bahkan proyek global sekalipun membutuhkan perencanaan regenerasi yang matang. Untuk informasi resmi mengenai pengembangan Linux, kamu bisa merujuk ke situs Linux Foundation sebagai outbound link yang relevan.

Sementara itu, pembahasan tentang sistem operasi dan open-source juga bisa kamu temukan pada artikel internal kami tentang dasar sistem operasi Linux di website ini.

by Muhamad Hamzah Romadhon